Undangan Digital Adat Maluku
Maluku & Maluku Utara
Biru laut rempah dengan aksen mutiara, tenun dan nuansa kepulauan Maluku.
Buah Pala
Tabea— Sapaan hormat Maluku Tengah ('kasi suara' = memberi salam kepada siapa pun yang dijumpai); di Maluku Utara dikenal 'Suba Jou', dan di lingkungan Kristen lazim disapa 'Syalom'.
Biru laut rempah dengan aksen mutiara, tenun dan nuansa kepulauan Maluku.
Busana adat
Baju Cele — baju kurung bermotif kotak-kotak kecil warna terang · Kain Salele sebagai padanan baju cele · Lenso — saputangan yang disampirkan di pundak (atau dibawa dan dikibaskan dalam tari lenso) · Baju Mustiza/Basumpa (akulturasi Portugis) · Kebaya Dansa (saten/beludru merah berenda keemasan) atau Baju Koit untuk kalangan bangsawan
Iringan
Tifa & toto buang (totobuang) pengiring rombongan pengantin · Dendang badendang — nyanyian berbalas pantun · Tari lenso — tarian dengan saputangan
Tekstil khas
Kain cita Maluku · Tenun Tanimbar · Kain songket Maluku
Elemen visual
Buah pala · Pela Gandong · Cakalele · Perahu kora-kora
Doa & restu adat Maluku
Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Campuran.
Pela Gandong — satu darah, satu persaudaraan.
Adat · Tradisi pela gandong Maluku
Ikatan persaudaraan antarnegeri yang saling menolong; dipakai sebagai dasar menyatukan dua keluarga.
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau damai sejahtera.
Doa · Bilangan 6:24-26
Rangkaian adat Maluku
9 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.
Pra-acara
1.Musyawarah kerabat dan permintaan sumbangan (nrue)
Sebelum pernikahan, pihak penerima dan pemberi anak dara menyampaikan rencana kepada seluruh kerabat, terutama pihak nrue, agar persiapan harta kawin lengkap. Undangan disampaikan dengan menyuguhkan satu botol sopi, dengan uang Rp0 atau anting-anting sebagai pengganti sumbat; sopi menjadi lambang undangan dan permintaan menanggung sebagian harta kawin. (Varian Maluku Tengah.)
Dipimpin: Orang tua/keluarga
2.Raosbatbelin (minta harta kawin)
Rombongan penerima anak dara (disebut tair) mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai wanita, lalu ke tempat upacara (mangsope) dengan iringan musik dan tari adat. Di rumah penerima anak dara, pihak anak dara meminta harta sebagai pengganti tempatnya; bila disetujui, kerabat bersorak 'ratsyuru'. (Varian Maluku Tengah.)
Dipimpin: Mangatnyanuk (protokol adat)
Akad / pemberkatan
3.Ijab Kabul di rumah mempelai pria
Berbeda dari banyak daerah, ijab kabul dilangsungkan di kediaman mempelai pria. Pengantin pria mengenakan destar, jubah, dan gamis dengan keris terselip di pinggang depan; pengantin wanita di rumahnya memakai koci-koci: pasangan sarung dan baju kurung dengan ikat pinggang, selendang, serta penutup leher yang melingkari pundak hingga punggung. Hiasan kepala menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa.
Dipimpin: Penghulu/imam
4.Ngale-ngale (hantaran adat)
Usai ijab kabul, mempelai diantar ke rumah mempelai wanita oleh kerabat dan handai tolan. Keluarga pria membawa ngale-ngale: Kai Ma Ija (mas kawin berupa uang dalam kantung putih yang dijahit rapat, dimasukkan kotak berlapis kain putih, dibawa gadis kecil berpakaian adat), Gogoro Ma Pake (satu helai kain sutera, satu kebaya sutera, kerudung putih, satu set perhiasan emas/perak, sepasang selop), dan Kaha Ma Jojobo (ru.
Dipimpin: Keluarga mempelai pria
5.Gere Se Doniru
Iring-iringan pria dihalangi pemuda-pemudi Fati Ngara di pintu rumah dan pintu kamar; mereka harus 'dibujuk' dengan taburan uang receh (ngara mo ngoi). Kelambu pelaminan dibuka setelah rombongan menabur uang (guba ma ngoi). Saat membuka kukudu (penutup kepala) pengantin wanita, uang diberikan lagi (ngongoma bubi), lalu pengantin pria mengusap ubun-ubun wanita sebagai tanda penerimaan.
Dipimpin: Tetua keluarga; pemuda-pemudi Fati Ngara
Resepsi
6.Doa Selamat dan Makan Saro
Tetua keluarga dan tamu kehormatan duduk bersama mempelai di meja perhelatan. Hidangan jaha se-kusuang ditata berderet sepanjang meja, diapit 4 piring ikan dengan 4 macam bumbu, 4 piring terong goreng, sepiring daging, dan sepiring boboto. Bentuk jaha dan kukusan menggambarkan gunung dan pulau; ikan dan sayur melambangkan kekayaan laut dan daratan; 4 macam bumbu merujuk 4 soa (Soa Sio, Sangaji, Soa Heku, Soa Cim).
Dipimpin: Tetua keluarga
7.Joko Kaha
Lanjutan makan Saro: ibu jari kaki kanan kedua mempelai diletakkan di atas rumput gofu fartogu, lalu disiram air murni dari botol carrave yang dibawa iring-iringan pria, sebagai permohonan restu kepada Allah atas bumi, pohon, rerumputan, perairan, sungai, dan danau.
Dipimpin: Tetua adat
8.Suba Kiye Se Kolano
Kedua mempelai dihadapkan ke empat penjuru (barat, timur, utara, selatan) sebagai tanda penghormatan kepada kolano negeri dan sumber angin.
Dipimpin: Tetua adat
Pasca-acara
9.Makan bersama dan menari
Setelah seluruh upacara adat selesai, tamu dipersilakan makan, lalu menari bersama diiringi musik tradisional dan nyanyian rakyat Maluku Utara bernada gembira; tamu ikut berpartisipasi.
Dipimpin: Keluarga penyelenggara
Catatan adat
- Hubungan Pela adalah perjanjian persaudaraan antar-negeri yang mengatur kewajiban sosial dan melarang perkawinan antar-negeri se-Pela.
- Pelanggaran larangan perkawinan Pela dikenai sanksi hukum adat (Pela Tampa Siri).
Simbol & makna
Lima Piring Putih
Angka lima melambangkan persekutuan Uli Lima; warna putih menyimbolkan hati bersih menerima mempelai perempuan.
Basu Kaki
Mencuci kaki istri oleh adik ipar perempuan — istri meninggalkan kebiasaan lama sebelum memasuki bahtera rumah tangga.
Baju Mustiza
'Mestiezen' berarti campuran — busana hasil akulturasi Ambon dengan Portugis, lambang perpaduan dua budaya.
Tifa & Toto Buang
Ditabuh sepanjang jalan menuju pesta sebagai tanda kemeriahan dan penyambutan rombongan pengantin.
Maluku Laut
Maluku · Laut · Rempah
Ambon Manise
Maluku · Laut · Rempah
Banda Emas
Maluku · Laut · Rempah
Rempah Klasik
Maluku · Laut · Rempah
Ternate Klasik
Maluku · Laut · Rempah
Tidore Anggun
Maluku · Laut · Rempah
Pattimura
Maluku · Laut · Rempah
Saparua Indah
Maluku · Laut · Rempah
Koleksi budaya lainnya
23 koleksi adat lain — dari Aceh sampai Papua, semuanya bisa dicoba gratis.
Siap pakai template Maluku?
Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.