Lompat ke konten

Undangan Digital Adat Gorontalo

Gorontalo — Serambi Madinah

Hijau-emas Gorontalo dengan kerawang dan nuansa Serambi Madinah.

8 templateIslamiKerawangMotif KerawangMotif BintangMotif Tenun

Kerawang

Wololo habarimu?— Bahasa Gorontalo: 'Wololo habarimu?' = apa kabar, dijawab 'Piyo-piyohu'; karena adat bersendikan syariat, sapaan sering dibuka dengan Assalamualaikum.

Hijau-emas Gorontalo dengan kerawang dan nuansa Serambi Madinah.

Busana adat

Bili'u — busana kebesaran pengantin perempuan · Paluwala/Makuta — busana pengantin pria dari busana kebesaran kerajaan Gorontalo · Tilabataila — empat warna adat: ungu, merah, kuning, hijau · Ornamen kepala Bili'u: Layi, Tuhi-tuhi, Dungo Bitila, Bintolo dan Etango (lengkapnya juga Baya lo Boute, Panggu lo Hungo)

Iringan

Tinilo — pelantun syair tradisional dengan tabuhan rebana · Molapi Saronde — tari selendang calon mempelai pria & ayahnya · Tidi lo Polopalo (Warisan Budaya Takbenda 2017)

Tekstil khas

Karawo/kerawang (sulam) Gorontalo · Kain tenun Gorontalo · Batik Gorontalo

Elemen visual

Kerawang · Bili'u (baju adat) · Wololo habarimu? · Walimah

Doa & restu adat Gorontalo

Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Islam.

  • Adat bersendikan syara', syara' bersendikan Kitabullah.

    Adat · Falsafah Gorontalo

    Adat berdiri di atas syariat, syariat berdiri di atas Kitabullah.

  • Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati; dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu.

    Doa · QS. Ar-Rum: 21

Rangkaian adat Gorontalo

14 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.

Pra-acara

  1. 1.Mongilalo

    Kunjungan pertama orang tua calon pria ke rumah calon gadis untuk mengenal calon menantu: mengamati sikap, cara berpakaian, dan kegiatan. Dalam kepercayaan lama, arah hadap gadis saat ditinjau ditafsirkan: menghadap timur/utara baik, menghadap barat/selatan dianggap membawa kesialan; rambut terurai dianggap pemalas.

    Dipimpin: Orang tua calon pria

  2. 2.Molenilo / Mohabari

    Kunjungan tidak resmi dan rahasia orang tua pria untuk memastikan calon gadis belum memiliki calon pasangan hidup; hasilnya sangat menentukan kelanjutan proses.

    Dipimpin: Orang tua calon pria

  3. 3.Moduulohupa

    Musyawarah kedua keluarga mengenai besarnya biaya pernikahan dan tata upacara adat. Pihak gadis tidak langsung menyebut permintaan; pihak pria menyampaikan kemampuan, lalu pihak gadis menjawab dengan istilah 'mootola wawu moodelo' (masih dipertimbangkan). Bila pihak pria tidak kembali, pembicaraan dianggap batal.

    Dipimpin: Kepala keluarga kedua pihak

  4. 4.Baalanga

    Penyampaian hari peminangan oleh utusan orang tua pria (seorang bapak, seorang ibu, dan seorang anak laki-laki) membawa tapahula berisi sirih dan pinang dibungkus kain putih. Dilaksanakan sekitar seminggu sebelum peminangan; sehari sebelumnya diutus pemberitahu agar keluarga gadis mengundang kerabat.

    Dipimpin: Utusan orang tua pria

  5. 5.Tolobalango (Motolobalango)

    Forum resmi peminangan pada sore hari, dihadiri keluarga kedua pihak, pemangku adat, dan pemerintah (kepala desa/lurah). Juru bicara pria disebut utolia lundu dulungo lai'o (huhuluta), juru bicara wanita utolia lundu dulungo wolato; keduanya berbalas pantun dalam syair tujai. Pihak pria membawa pinang, gambir, sirih, dan tembakau dalam tapahula.

    Dipimpin: Utolia (juru bicara adat) kedua pihak

  6. 6.Dutu

    Penyerahan hantaran adat harta pernikahan. Mahar dimuat dalam kendaraan yang didekorasi menyerupai perahu (kola-kola), diarak dari rumah calon pria ke rumah calon wanita dengan gendering adat, kelompok tinilo yang melantunkan pantun, dan tabuhan rebana.

    Dipimpin: Pemangku adat dan juru bicara keluarga pria

  7. 7.Dilonggato

    Mengantarkan konsumsi untuk pesta pernikahan dari pihak pria ke rumah pihak wanita.

    Dipimpin: Keluarga pihak pria

  8. 8.Mopotilantahu

    Malam pertunangan sehari sebelum akad: Khatam Qur'an oleh calon mempelai wanita (membaca Wadhuha sampai Surat Lahab), dilanjutkan Molapi Saronde (tarian selendang oleh calon pria dan ayah/walinya secara bergantian) dan Tidi Daa/Tidi Loilodiya oleh calon wanita bersama pendamping.

    Dipimpin: Pemangku adat dan keluarga

Akad / pemberkatan

  1. 9.Akaji (akad nikah)

    Acara puncak: ijab kabul diucapkan calon pria dalam posisi setengah berjongkok di hadapan penghulu, disaksikan kedua keluarga, dengan mas kawin yang telah disepakati; ditutup doa syukur. Seluruh rangkaian adat diatur agar tidak mengganggu waktu shalat.

    Dipimpin: Penghulu; pemangku adat

Resepsi

  1. 10.Mopopiipidu

    Sanding pengantin: kedua mempelai didudukkan berdampingan di pelaminan sebagai suami isteri.

    Dipimpin: Pemangku adat/keluarga

Pasca-acara

  1. 11.Modelo

    Membawa pengantin perempuan ke rumah orang tua mempelai pria setelah rangkaian akad dan resepsi.

    Dipimpin: Keluarga pihak pria

  2. 12.Mopotuluhu (Mohuopo)

    Menidurkan mempelai wanita di rumah keluarga pria sebagai bagian dari rangkaian adat pasca-akad.

    Dipimpin: Keluarga pihak pria

  3. 13.Mopo'a / Mopelu

    Mengantarkan makanan dan minuman kepada kedua mempelai dari rumah orang tua mempelai pria.

    Dipimpin: Keluarga pihak pria

  4. 14.Mohama

    Menjemput kedua mempelai untuk tidur di rumah orang tua mempelai pria, menutup rangkaian Lenggota lo Nika.

    Dipimpin: Keluarga pihak pria

Catatan adat

  • Perkawinan 'mobulilo', yaitu menikahi anak dari saudara sepupu, tidak dianjurkan oleh adat Gorontalo.
  • Dalam Mongilalo, calon gadis yang dijumpai menghadap ke barat atau selatan ditafsirkan sebagai pertanda kesialan dan sebaiknya tidak dinikahi; rambut terurai ditafsirkan sebagai pemalas.
  • Seluruh pelaksanaan adat tidak boleh mengganggu waktu shalat; penulisan nama hari untuk hari pelaksanaan menggunakan 'Ahad', bukan 'Minggu'.
  • Adat bersendi syara: adat Gorontalo berdasar pada syariat Islam, sehingga praktik yang bertentangan dengan syariat tidak dipertahankan.

Simbol & makna

Kola-Kola

Kendaraan hias menyerupai perahu pengangkut hantaran mahar — pengantaran rezeki dan kehormatan kepada keluarga mempelai wanita.

Tilabataila

Empat warna adat: ungu = keanggunan dan kesetiaan, merah = keberanian, kuning = kemuliaan dan kejujuran, hijau = kesuburan dan kedamaian.

Tuhi-tuhi (tujuh gafah kepala Bili'u)

Melambangkan U Duluwo Limo Lo Pohala'a — dua negeri bersaudara dan lima negeri bersekutu, bukan tujuh kerajaan.

Ikat Kepala & Hiasan Bulu

Ikat kepala = kejernihan berpikir dan kebijaksanaan; hiasan bulu unggas = kehalusan budi pekerti.

Penutup Dada & Ikat Pinggang

Penutup dada = kesabaran dan pengendalian diri; ikat pinggang = nasihat hidup sederhana dan rezeki halal.

Siap pakai template Gorontalo?

Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.

Mulai gratis