Undangan Digital Adat Lampung
Lampung — Sai Bumi Ruwa Jurai
Tenun tapis dengan aksen emas di atas dasar coklat tua, menggambarkan kemegahan Sai Bumi Ruwa Jurai.
Siger Lampung
Tabik pun— 'Tabik' = ucapan salam/penghormatan; salam khas Lampung yang biasanya dibalas 'Iya pun' atau 'Tabik pun'.
Tenun tapis dengan aksen emas di atas dasar coklat tua, menggambarkan kemegahan Sai Bumi Ruwa Jurai.
Busana adat
Siger — mahkota pengantin wanita (Pepadun: sembilan lekukan) · Kain Tapis bersulam benang emas/perak · Kawai maju beludru dengan kakalah bangkang & papan jajar · Sarung tumpal tenun benang emas + baju lengan panjang putih · Selendang limar putih/kuning
Iringan
Talo Balak — ansambel gong perunggu pengiring tari Sigeh Penguten & Cangget · Gamolan Pekhing — alat musik bambu khas Lampung · Kompang/Khaddap pengiring acara adat
Tekstil khas
Kain tapis · Kain tumpal · Sulam benang emas
Elemen visual
Siger (mahkota pengantin) · Pepadun · Motif Kapal (perahu) · Rato
Doa & restu adat Lampung
Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Islam.
Sakai sambayan — ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
Adat · Falsafah Piil Pesenggiri, Lampung
Gotong royong: beban rumah tangga dan keluarga dipikul bersama, bukan sendiri-sendiri.
Tabik pun.
Adat · Salam adat Lampung
Salam hormat khas Lampung kepada yang lebih tua atau dihormati.
Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khair.
Doa · HR. Abu Dawud — doa restu untuk pengantin
Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan berkah atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.
Rangkaian adat Lampung
12 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.
Pra-acara
1.Rasan Tuho
Perkawinan adat penuh/lengkap di masyarakat Lampung Pepadun, yaitu pernikahan yang dikerjakan melalui proses peminangan atau lamaran dari orang tua pihak mekhanai (laki-laki) kepada orang tua pihak mulei (gadis). Jalur alternatifnya adalah sebambangan.
Dipimpin: Orang tua/penyimbang pihak laki-laki
2.Bekadu
Tahap di mana pihak mekhanai menyerahkan sesuatu kepada pihak mulei: bisa berupa makanan dan minuman, atau benda lain seperti perhiasan dan pakaian.
Dipimpin: Mekhanai (calon pengantin pria)
3.Meset
Mekhanai mengutarakan maksud dan keinginannya untuk meminang mulei, sekaligus menanyakan apakah ada persetujuan dari pihak mulei dan tahapan apa saja yang akan dijalankan. Bila sepakat, keduanya mengurus rencana pernikahan.
Dipimpin: Mekhanai
4.Sebambangan
'Larian': mulei dan mekhanai bersama-sama meninggalkan rumah orang tua gadis menuju rumah orang tua laki-laki atau rumah kerabat pihak 'tukang jalan'. Sebelumnya mulei meninggalkan surat tenepik dan uang tenepik yang menyatakan ia pergi atas kehendak sendiri, bukan paksaan. Dipilih karena biaya dan waktu lebih ringan daripada begawi (maksimal sekitar dua minggu).
Dipimpin: Kedua calon, difasilitasi kerabat/tukang jalan
5.Muwarei (pada perkawinan campuran)
Prosesi pengakuan calon pengantin sebagai masyarakat adat Lampung, diatur Pasal 140 Kitab Kuntara Raja Niti, untuk menghindari cepala (hukuman adat). Pada perkawinan campuran Lampung-Jawa, pengantin wanita berganti nama dan diakui sebagai gadis Lampung sebelum pernikahan agama dan adat dilanjutkan.
Dipimpin: Penyimbang dan perwatin adat
Akad / pemberkatan
6.Akad Nikah
Orang Lampung menikah dimulai dari menikah secara agama dan negara, kemudian dilanjutkan perkawinan secara adat. Perkawinan adat wajib dilakukan agar mempelai diakui sebagai masyarakat adat Lampung.
Dipimpin: Tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber (dipimpin pen.
Resepsi
7.Begawi: Merwatin
Musyawarah adat berupa serah terima yang ditandai penyerahan segeh (wadah sirih) berisi Galang Silya (uang pengadilan) dan penyutenan atau rokok. Biasanya disertai penyembelihan kerbau untuk menjamu para penyimbang.
Dipimpin: Penyimbang dan perwatin adat
8.Begawi: Ngakuk Manjau
Rombongan penyimbang pihak laki-laki menuju kediaman mempelai wanita. Keberangkatan arak-arakan ditandai tembakan dan diiringi tabuhan musik serta gerakan pencak. Di lokasi, juru bicara/penyimbang melakukan tanya-jawab yang dibatasi Appeng (rintangan/tali pengikat sanggar); pihak pria secara simbolis menyerahkan seluruh harta benda kepada penyimbang pihak wanita.
Dipimpin: Penyimbang pihak laki-laki
9.Begawi: Temu/Patcah Aji, Musek, Ngebekas
Temu (pernikahan menurut adat Lampung) atau Patcah Aji dilakukan oleh Tumalo Anow (istri penyimbang), dilanjutkan Musek yaitu menyuapi kedua mempelai. Ngebekas adalah penyerahan pengantin perempuan oleh orang tua/ketua adat pihak wanita kepada ketua adat pihak pria.
Dipimpin: Tumalo Anow; orang tua/ketua adat
10.Turun Duway (Turun Mandi)
Kedua mempelai diikuti Tumalo Anow, Lebow Kelamo (paman), Benulung (saudara laki-laki), dan penyimbang menuju lokasi upacara. Prosesi mempertemukan kedua ibu jari kaki, lalu Musek (disuapi oleh Batang Pangkal, Lebow, Kelamo, Benulung, dan Tumalo Anow), pemberian uang dan suap kepada penyimbang, pemberian gelar enai adek, penyampaian pepaccur (wejangan), dan ucapan selamat dengan menyerahkan uang penyalinan.
Dipimpin: Tumalo Anow dan penyimbang
11.Cangget
Tarian tradisional Pepadun yang digelar malam hari. Bujang gadis dijemput penglaku (panitia) ke sesat agung, menari satu per satu, talo dibunyikan dan petasan dibunyikan; cangget agung berlangsung hingga pagi.
Dipimpin: Penglaku (panitia adat)
Pasca-acara
12.Cakak Pepadun
Puncak begawi berupa pengambilan gelar adat. Calon penyimbang diarak menuju sesat dengan jepano, diikuti penyimbang, Tumalo Anow, Lebow Kelamo, Mengiyan, dan Mirul; digelar Tari Ngigel, lalu calon duduk di atas pepadun dan dibacakan gelar serta kedudukannya. Rangkaian begawi dapat berlangsung 7–10 hari.
Dipimpin: Lembaga Perwatin adat Pepadun
Catatan adat
- Wanita Lampung dilarang meminjam kain tapis milik orang lain; perbuatan itu dianggap tercela/memalukan dan diatur dalam Kitab Kuntara Raja Niti.
- Dilarang memakai tapis yang tidak sesuai dengan peruntukannya, yaitu tapis yang telah ditetapkan untuk upacara adat tertentu.
- Motif tapis tertentu hanya boleh dipakai golongan tertentu: Tapis Limar Sekebar hanya untuk Penyimbang Tuho, sedangkan masyarakat umum memakai Jung Sarat Dewa Sano atau Jung Sarat Mato Kibau.
- Tapis Raja Tunggal hanya dipakai istri kerabat paling tua (punyimbang tuho) pada upacara besar seperti perkawinan dan cakak pepadun.
Simbol & makna
Siger
Keagungan dan kehormatan perempuan Lampung; lekukannya melambangkan tingkatan gelar adat (adok).
Kain Tapis
Ketekunan dan kemakmuran; motif geometrisnya melambangkan kesuburan, kesejahteraan, dan status sosial.
Motif Kapal
Perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal; kapal dianggap kendaraan roh.
Payung Agung
Payung putih-kuning-merah di atap Nuwo Sesat: lambang tingkatan tetuha komunitas adat.
Tapis Lampung
Lampung · Tapis · Tenun
Sai Bumi Ruwa Jurai
Lampung · Tapis · Tenun
Pesisir Emas
Lampung · Tapis · Tenun
Krakatau Klasik
Lampung · Tapis · Tenun
Way Kambas
Lampung · Tapis · Tenun
Siger Emas
Lampung · Tapis · Tenun
Bandar Lampung
Lampung · Tapis · Tenun
Pepadun
Lampung · Tapis · Tenun
Koleksi budaya lainnya
23 koleksi adat lain — dari Aceh sampai Papua, semuanya bisa dicoba gratis.
Siap pakai template Lampung?
Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.