Lompat ke konten

Undangan Digital Adat Batak

Sumatera Utara — Tanah Batak

Motif ulos ragi dengan garis tegas merah-hitam-putih, nuansa Toba yang hangat dan berwibawa.

13 templateUlosTobaMotif UlosMotif TenunMotif Ikat

Ulos Ragi Hotang

Horas— Sapaan universal Batak: selamat, sehat, sejahtera — sekaligus doa kebaikan; dibalas 'Horas!' juga.

Motif ulos ragi dengan garis tegas merah-hitam-putih, nuansa Toba yang hangat dan berwibawa.

Busana adat

Ulos ragi hotang/ragidup di bahu kanan · Baju kurung + kain tenun · Ampe-ampe dan singkot (pria) · Hoba-hoba dan haen (wanita) · Bulang-bulang (Toba/Karo: pria; Mandailing/Simalungun: perempuan) dan uis jujung-jujungen

Iringan

Gondang Sabangunan (taganing, gordang, ogung, sarune bolon) · Tortor — tarian sakral pengantin · Margondang — pesta musik gondang

Tekstil khas

Ulos Ragi Hotang · Ulos Sadum · Ulos Sibolang

Elemen visual

Ulos dililitkan di pundak · Bulang (Mandailing/Simalungun: hiasan kepala perempuan; Toba/Karo: bulang-bulang untuk pria) · Gorga (ukiran rumah adat) · Horas

Doa & restu adat Batak

Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Kristen.

  • Horas! Horas! Horas!

    Adat · Salam adat Batak

    Selamat, sehat, sejahtera — diucapkan sebagai doa dan disambut dengan kata yang sama.

  • TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau damai sejahtera.

    Doa · Bilangan 6:24-26

Rangkaian adat Batak

8 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.

Pra-acara

  1. 1.Marhusip

    Pembicaraan tertutup antara utusan kedua keluarga mengenai mas kawin (sinamot) dan segala persiapan pesta. Hasilnya tidak boleh menjadi konsumsi umum agar tidak menimbulkan rasa malu bila rencana batal.

    Dipimpin: Utusan/tetua kedua keluarga

  2. 2.Martuppol

    Pertunangan sekaligus perjanjian pranikah di hadapan jemaat gereja (bagi keluarga Kristen). Tata caranya diatur pihak gereja; biasanya tanpa acara adat besar dan tanpa makan bersama, tergantung kesepakatan keluarga.

    Dipimpin: Pendeta/gereja

  3. 3.Marhata Sinamot

    Musyawarah formal di rumah pihak perempuan untuk menetapkan sinamot: hewan yang disembelih, jumlah tamu, jumlah ulos yang diserahkan, dan lokasi pesta. Pihak laki-laki membawa tudu-tudu sipanganon (penanda makanan berupa daging).

    Dipimpin: Tetua/hula-hula kedua pihak

  4. 4.Martonggo Raja

    Rapat besar sebelum upacara adat. Tuan rumah memohon izin kepada warga kampung dan kerabat semarga untuk membantu persiapan serta menggunakan fasilitas umum selama pesta.

    Dipimpin: Hasuhuton (tuan rumah)

  5. 5.Marsibuhabuhai

    Acara pagi hari sebelum pemberkatan dan pesta adat, dihadiri keluarga terdekat. Tujuannya memberi hormat kepada keluarga dan pengantin perempuan sebagai boru ni raja yang rela meninggalkan rumah untuk ikut ke rumah suaminya.

    Dipimpin: Keluarga terdekat kedua pihak

Akad / pemberkatan

  1. 6.Manjalo Pasu-pasu Parbagason

    Bagi keluarga Batak Toba Kristen: pemberkatan pernikahan di gereja, biasanya bersamaan dengan pencatatan sipil yang dilakukan dengan penandatanganan surat administrasi oleh saksi kedua pihak.

    Dipimpin: Pendeta

Resepsi

  1. 7.Ulaon Unjuk (Marunjuk)

    Pesta adat di gedung pertemuan (sopo gudang). Rangkaiannya: memasuki gedung (perempuan membawa tandok berisi beras), penyampaian tudu-tudu sipanganon (daging dari pihak pria, ikan mas dari pihak perempuan), dengke simudur-udur dari tulang, manjalo tumpak, membagi jambar, marsiseanan dengan pinggan panungkunan, penyerahan penandaian, tintin marangkup, lalu mangulosi.

    Dipimpin: Parsinabung/protokol adat kedua pihak; hula-hula untuk mangu.

Pasca-acara

  1. 8.Paulek Une dan Maningkir Tangga

    Kunjungan pertama kerabat dekat laki-laki ke rumah orang tua pengantin perempuan (paulek une), dan kunjungan balik dari pihak sebaliknya (maningkir tangga). Keduanya disebut ulaon sadari karena dilakukan dalam satu hari yang sama dengan acara adat.

    Dipimpin: Kerabat dekat kedua pihak

Catatan adat

  • Perkawinan eksogami: tidak boleh menikah dengan perempuan dari marga yang sama; adat Batak Toba menganut eksogami.
  • Ulos hanya diberikan kepada kerabat yang kedudukannya lebih rendah dalam silsilah, misalnya orang tua kepada anak atau hula-hula kepada boru; tidak boleh diberikan sembarangan.
  • Jenis ulos harus sesuai dengan hubungan kekerabatan penerimanya; tidak semua ulos boleh dipakai untuk semua keperluan.
  • Tanpa ulos, upacara adat pernikahan dianggap tidak sah menurut adat.

Simbol & makna

Ulos Ragi Hotang

Ulos hela untuk pengantin pria: ikatan lahir-batin suami-istri diharapkan teguh seperti ikatan rotan (hotang).

Dengke/Ihan

Dengke = hidangan ikan pada upacara adat (umumnya ikan mas, mis. dengke na niarsik) — simbol doa dan berkah (pasu-pasu) untuk keturunan.

Gorga Boras Pati

Motif cicak ekor bercabang: pelindung harta dan harapan rezeki berlipat ganda.

Gorga Simarogung-ogung

Motif gong pada rumah adat: kegembiraan, kejayaan, dan kemakmuran.

Warna merah-hitam-putih

Merah = keberanian, hitam = kekuatan/kepemimpinan (sebagian sumber: duka), putih = kesucian.

Siap pakai template Batak?

Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.

Mulai gratis