Undangan Digital Adat Banjar
Kalimantan Selatan
Kuning-hijau Banjar dengan motif khas sasirangan dan nuansa sungai Martapura.
Sasirangan & Bubungan Tinggi
Apa habar pian?— Sapaan khas Banjar untuk menyapa sebaya — 'kamu apa kabar?' ('ulun' = saya, 'pian' = kamu); dalam acara resmi lazim dibuka dengan Assalamualaikum.
Kuning-hijau Banjar dengan motif khas sasirangan dan nuansa sungai Martapura.
Busana adat
Bagajah Gamuling Baular Lulut · Baamar Galung Pancar Matahari (paling dikenal) · Babaju Kun Galung Pacinan (hasil akulturasi) · Babaju Kubaya Panjang · Kain Sasirangan sebagai identitas
Iringan
Musik Panting (panting, babun, biola, gong) · Sinoman Hadrah pengiring arak-arakan pengantin · Madihin — resitasi puisi rakyat bernasihat
Tekstil khas
Sasirangan · Kain sarigading · Tapih bahalai
Elemen visual
Bausung · Baju baamar galung pancar matahari · Tapih bahalai · Tari Japin
Doa & restu adat Banjar
Dipakai sebagai kutipan awal undangan bertema budaya ini — sesuai keyakinan Islam.
Apa habar pian?
Adat · Salam adat Banjar
Apa kabar? — sapaan akrab Banjar yang membuka kehangatan sebelum acara.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati; dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu.
Doa · QS. Ar-Rum: 21
Rangkaian adat Banjar
9 tahap dari riset bersumber (6 sumber) — urutan ini yang dipakai di undangan.
Pra-acara
1.Basasuluh
Pencarian informasi atau penyelidikan diam-diam terhadap calon pengantin perempuan oleh pihak calon pengantin pria. Dahulu dilakukan dari jauh melalui orang yang dekat dengan keluarga perempuan, bahkan memakai bahasa kiasan.
Dipimpin: Utusan/perantara pihak pria
2.Batatakun
Berbeda dari basasuluh yang tertutup, batatakun dilakukan secara terbuka oleh kedua keluarga calon pengantin untuk memastikan kesediaan dan latar belakang masing-masing.
Dipimpin: Kedua keluarga
3.Bapapayuan / Badatang
Keluarga dan calon pengantin pria mendatangi rumah calon pengantin perempuan untuk menunjukkan keseriusan. Di sinilah dibicarakan dan disepakati mahar atau jujuran yang disanggupi.
Dipimpin: Orang tua/tetua pihak pria
4.Patalian / Baikatan
Lamaran resmi: kedua calon pengantin 'diikat' agar tidak dilirik orang lain. Patalian menjadi pertanda bahwa seseorang sudah terikat dan sedang menuju jenjang pernikahan.
Dipimpin: Tetua kedua keluarga
5.Maantar Jujuran
Penyerahan jujuran yang sudah disepakati pada bapapayuan. Setelah maantar jujuran, kedua pasangan resmi dinyatakan bertunangan dan terikat menuju pernikahan.
Dipimpin: Rombongan keluarga pihak pria
6.Bapingit
Kedua calon pengantin 'dikurung': dilarang keluar rumah dan dilarang saling bertemu sebelum hari pernikahan. Ada kepercayaan bahwa orang yang akan menikah sedang 'manis dagingan', sehingga rawan kecelakaan atau gangguan gaib. Pada masa ini biasanya dilaksanakan batamat Al-Qur'an.
Dipimpin: Keluarga masing-masing
7.Badudus / Bamandi-Mandi
Pembersihan diri sebelum akad nikah. Sebelum badudus, calon pengantin menjalani batimung (pengasapan/pembersihan lain) lebih dahulu.
Dipimpin: Tetua/dukun adat dan keluarga
Akad / pemberkatan
8.Akad Nikah
Ijab kabul dipimpin seorang penghulu, dilakukan seperti tata cara Islam pada umumnya, setelah seluruh tahap adat pra-acara selesai.
Dipimpin: Penghulu
Resepsi
9.Bausung Pengantin
Pada hari pernikahan pengantin diperlakukan bagaikan raja dan ratu: mereka tidak diperkenankan menginjak tanah dan digendong/diusung. Tradisi bausung biasanya dilakukan oleh keturunan dan diwariskan kepada anak laki-laki.
Dipimpin: Keluarga; pengusung dari keturunan keluarga
Catatan adat
- Bapingit: kedua calon pengantin dilarang keluar rumah dan dilarang saling bertemu sebelum hari pernikahan; dipercaya mereka sedang 'manis dagingan' sehingga rawan kecelakaan atau gangguan gaib.
- Bausung: pengantin tidak diperkenankan menginjak tanah pada hari pernikahan; mereka harus digendong/diusung.
- Jujuran dibicarakan dan disanggupi pada tahap bapapayuan; kesepakatan itulah yang diserahkan pada maantar jujuran, sehingga tanpa kesepakatan jujuran rangkaian menuju pernikahan tidak berjalan.
- Sumber akademik mencatat adanya tabu/pantangan tambahan dalam budaya Banjar (misalnya terkait bulan dan hari tertentu), tetapi rincian daftarnya tidak terbaca lengkap pada sumber yang diakses; tidak ditemukan daftar past.
Simbol & makna
Motif Naga Balimbur
Motif klasik sasirangan bergambar naga — kegembiraan dan kesenangan.
Motif Kambang Kacang
Melambangkan kekerabatan dan keakraban.
Motif Tampuk Manggis
Tampuk buah manggis — melambangkan kejujuran.
Motif Bayam Raja
Melambangkan pribadi yang bermartabat dan dihormati.
Motif Ombak Sinapur Karang
Melambangkan ujian dalam kehidupan manusia.
Sasirangan Klasik
Banjar · Sasirangan · Martapura
Martapura Emas
Banjar · Sasirangan · Martapura
Banjar Kuning
Banjar · Sasirangan · Martapura
Banjarmasin Klasik
Banjar · Sasirangan · Martapura
Amuntai Anggun
Banjar · Sasirangan · Martapura
Kandangan Emas
Banjar · Sasirangan · Martapura
Barabai Klasik
Banjar · Sasirangan · Martapura
Sungai Martapura
Banjar · Sasirangan · Martapura
Koleksi budaya lainnya
23 koleksi adat lain — dari Aceh sampai Papua, semuanya bisa dicoba gratis.
Siap pakai template Banjar?
Daftar gratis, pilih template, isi form, upload foto — undangan tayang dalam hitungan menit.